
“Di Dalam Jiwa“ Kanvas anyar dengan goresan penuh 'Derita', oleh David Bayu.

Updated: Jan 17, 2023
Menilik ke circa tahun 2009 lalu, David Bayu hadir dalam projek solo nya dengan tajuk “DVD Boy“, mengusung nuansa musik 'Synth-Pop Electronic' dengan video musik yang 'Colorful' menegaskan suasana 'Disko 80an'. Namun, itu hanya bersifat projek (sekedar) atau mungkin saat itu sedang sering nongkrong dengan Henry (Betmen) Foundation (Punggawa Goodnight Electric) hehehe...atau...Heru Elektronik (tidak ada yang relate maaf itu tetangga saya hehehe bisa aja gua).
Badai pandemi begitu menjadi bogem mentah bagi para musisi/ band, terlebih Naif. Kondisi internal pada Naif di penghujung tahun 2020 yang sudah tanpa arah, sebaran poster manggung yang tak tampak lagi pada baris feeds instagram, pun lembaran kertas HVS berukuran A4 berwarna 'Saikedelik' yang ditempel menggunakan lem Glukol pada tiang listrik.
Membuat David Bayu (sang vokalis) memiliki waktu lowong untuk menabung materi (beberapa materi tercipta sebelum badai pandemi menerjang, walau hanya dalam khayal imaji nya). Ungkapan perasaan selama pandemi terlukis dalam kanvas berwujud 'Album' dengan lugas dan mudah dicerna oleh para pendengar. Hal-hal domestik di sekitar nya menjadi bumbu-bumbu utama di setiap bait bait lirik yang terpenggal, dalam delapan nomor tertera.
“Di Dalam Jiwa“, Delapan lagu ia hadirkan di album tersebut, termasuk "Deritaku" yang lebih dulu rilis satu minggu sebelum tanggal rilis album secara utuh, Single Deritaku ini tak dapat dipungkiri masih dengan David Bayu pada Naif (semoga tidak, semoga tidak).
Kekuatiran pribadi saya berpikir bahwa album ini belum bisa lepas dari warna 'Naif' itu mutlak terjawab. “Di Dalam Jiwa“ menurut saya adalah unjuk perkenalan David Bayu kepada jemaatnya sebagai 'Lajang' pasca selesainya (keutuhan) band yang membesarkan namanya, semoga kelak di album berikutnya warna musik David Bayu akan lepas dari bayang-bayang 'Naif', hanya memang belum saatnya. (terasa sulit, ketika mencoba mengubur pupuk yang telah mengakar dan tumbuh dalam satu buah paket 'besar', yang kemudian dikonsumsi lalu tertanam dalam setiap jiwa pendengarnya).
Meskipun saya sudah (bisa) menerka ketika lagu "Deritaku" dirilis awal secara lajang, Namun nomor pembuka pada album ini membuat saya terkecoh dan menarik ungkapan yang sempat terlafal (pada awalnya).
“Di Dalam Jiwa“, Hal pertama yang tertangkap adalah permainan aransemen yang segar, terdengar memainkan gaya yang begitu awam bagi saya (lalu baru saya ketahui setelah scroll reels instagram, ketika muncul wanita sedang bernyanyi sembari memetik gitar akustik dengan petikan yang khas di sebuah pentas, saya langsung teringat lagu ini, oh Bossa-nova toh namane) ketika tahu sesungguhnya saya sangat terperangah, cukup membuat kesan pertama yang (menyenangkan), mengingat hal-hal (eksploratif) seperti itu yang saya rasa jarang terdengar pada karya-karya Naif sebelumnya.
Lagu berjudul “Mana“ membawa saya pada sosok bernama Chrisye dan Harry Sabar. Satu eksplorasi yang terbilang 'Alien' ketika pemilihan piano elektrik ala 80-an dan aransemen nuansa 'Pop' nusantara pada era itu dituangkan dalam karya seorang David Bayu, Gaul!. Cukup berhasil membuat saya mengerutkan dahi sejenak serta melebarkan senyuman setelahnya.
“It's Ok For Me Now“ menjadi favorit saya, entah.
Adalah Vega Antares sosok dibalik 'pengacak senar' dalam projek ini, berhasil menerka khayal dan menumpahkan imaji sang Solois ke dalam nada-nada yang elok (permainan enam senar yang perlu diberi bintang lima). Tersaji dalam satu paket keping persegi berisi 'Geometri Astakona' (hehehe maklum penulis sedang belajar matematika).
Merespon sedikit debut panggung David Bayu sebagai 'Lajang' dalam pagelaran Synchronize Fest 2022 lalu, terlihat respon para penggemar yang begitu apresiatif ketika karya-karya solo David Bayu berkumandang, emosi yang rancu terjadi dalam perjumpaan yang sentimentil itu. Menumpahkan semua kerinduan dalam balutan bait-bait yang tertuang diatas mimbar.
Beberapa masih menunggu kehadiran Jarwo, Emil, dan Pepeng, Beberapa lainnya mengangkat perangkat genggam sembari berlinang air mata ketika hits-hits Naif berkumandang dengan hanya menyisakan satu 'Nabi yang dipuja'.
“Di Dalam Jiwa“ rilis pula dalam wujud kepingan CD yang bisa didapatkan di seluruh jaringan edar Demajors, segera kunjungi website nya di demajors.com !
David Bayu
"Di Dalam Jiwa"
©2022, Demajors
Format digital sudah bisa didengarkan di platform idaman kalian!
-
Ditulis oleh : Aahrul Andila (Telaah Aahrul)
22/10/2022
Instagram : @telaahrul / @aahrulael
-
AS LIFE AS MUSIC!






Comments