
Larut dalam buaian Gadis “Inthrovvvert“ bernama The Dare.

Updated: Jan 17, 2023
Suguhan pantai, pasir putih, langit yang biru utuh, bukit bukit hijau semi kuning melingkari hamparan laut, hingar-bingar musik pantai, irama ombak, pemetik ukulele berkeliaran, cukup kiranya menjadi pemantik Kuartet ini mengusung tema santai nan lawas, bernama 'Twee-Pop'.
2019, Pertama memperkenalkan telinga saya kepada bingar kuartet 'Twee-Pop' Lombok ini (jangka waktu yang panjang dari tanggal perilisan album pertama).
Lagu berjudul “Inthrovvvert“ sebagai nomor pembuka, Pertama menyetel dengan menghubungkan pada perangkat jemala ber-volume seperempat menuju full, dibuat nyaman selama durasi.
Riri (sang vokalis) dengan suara lembut nya membawa saya larut dalam buaian 'Melodis', petikan gitar yang 'Jangly' sebagai pengiring dalam pertunjukan kolosal di tepi pantai, banjir 'Reverb' bak gemuruh angin mengibas pohon kelapa, Chorusnya yang cukup 'Catchy' menjadi kekuatan band ini. Urutan lagu favorit saya di album ini sudah terstruktur dengan benar dalam nomor yang dibuat oleh The Dare.
“Inthrovvvert“ yang saya kira hanya akan 'stuck' sebagai lagu 'Dream-Pop' standard pada umumnya, dengan melodi yang repetitif dan menjenuhkan, ternyata menghadirkan dinamika dan karisma-nya tersendiri dengan bantuan vokal syahdu serta alunan gitar solo.
The Dare dengan “Inthrovvvert“ nya berhasil membuka mata para penggiat skena di Lombok, berbagai macam kegiatan 'Gigs' mulai ramai di seputaran wilayah domestik Lombok, tentunya mengasyikkan, hingga 'Wisata' ke luar Lombok.
Setelah merilis debut EP “Inthrovvvert“ dalam wujud kepingan CD, juga digital streaming, kemudian di rilis kembali dalam wujud Kaset yang digarap oleh Tromagnon Records (Bogor) serta melakukan rangkaian wisata terhitung tiga kali dalam agenda Gelombang Cinta Mini Tour (Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa timur dan Bali) di rentang tahun 2018 hingga 2019 awal.
Penghujung tahun 2019, Para gadis kuartet itu mulai redup dan perlahan memudar dalam bingar telinga saya, ditambah pandemi yang menjadi pukulan bengis. Untuk bertahan pun dengan cara yang bagaimana?
Namun anggapan saya selama itu salah total, The Dare masih dengan semangat nya untuk menyuarakan banyak hal, dengan deru yang lebih 'Ugal-Ugalan' dan 'Rock n Roll' pastinya, terangkum dalam beberapa single yang diperdengarkan setelah itu dan papan surfing pemantik 'Crowd' bertajuk “Woman Who Sailed the World“, yang akan saya ulas pula dalam tempo beberapa waktu kedepan.
Mengulas album yang saya dengar pertama kali dalam jangka waktu empat tahun silam, terasa pelik jika emosi yang sama akan terulang seperti awal mendengar.
Beberapa hari lalu sempat mendengar kembali album ini dalam wujud Kaset yang dihubungkan pada Radio Tape milik teman, nyaring suara yang berbeda, lebih vintage, dan tentunya rare.
The Dare
"Inthrovvvert"
©2018, Records DK
Format digital sudah bisa didengarkan di platform idaman kalian!
-
Ditulis oleh : Aahrul Andila (Telaah Aahrul)
21/10/2022
Instagram : @telaahrul / @aahrulael
-
AS LIFE AS MUSIC!






Comments